Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Kapal Tanker Iran Tetap Bisa Melintas Selat Hormuz Meski Diblokade AS

Jumat, 17 April 2026 | April 17, 2026 WIB Last Updated 2026-04-17T14:35:46Z

INDONESIANPAPER.COM - Ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat kembali meningkat setelah Washington memberlakukan blokade terhadap aktivitas pelayaran yang berkaitan dengan Iran. Meski demikian, sejumlah kapal tanker dilaporkan masih dapat melintasi Selat Hormuz, jalur vital distribusi energi dunia.

Berdasarkan data pelacakan maritim, beberapa kapal yang memiliki keterkaitan dengan Iran tetap berhasil melewati selat tersebut. Hal ini menunjukkan bahwa meskipun blokade diberlakukan, pengawasan di lapangan tidak sepenuhnya menghentikan pergerakan kapal.

Setidaknya tiga kapal yang berangkat dari pelabuhan Iran tercatat berhasil melintasi Selat Hormuz. Namun, tidak semua kapal bernasib sama. Sejumlah kapal lain justru memilih berbalik arah setelah menghadapi tekanan atau risiko dari blokade militer Amerika Serikat.

Salah satu kapal yang terpantau melintas adalah kapal tanker yang mengangkut muatan kimia seperti metanol. Ada pula kapal kargo dan kapal curah yang sebelumnya melakukan aktivitas bongkar muat di pelabuhan Iran sebelum melanjutkan perjalanan melewati selat tersebut.

Meski beberapa kapal berhasil lolos, situasi di kawasan tetap tidak stabil. Banyak kapal lain yang memilih menunda perjalanan atau mengubah rute karena meningkatnya risiko keamanan. Bahkan, ada kapal yang sempat keluar dari kawasan Teluk namun akhirnya berbalik arah karena kondisi yang tidak kondusif.

Blokade ini sendiri diberlakukan setelah kegagalan perundingan antara AS dan Iran terkait isu geopolitik dan nuklir. Presiden AS saat itu memerintahkan angkatan laut untuk membatasi akses keluar-masuk kapal yang terkait dengan Iran sebagai bentuk tekanan politik dan ekonomi.

Di sisi lain, Iran mengecam langkah tersebut dan menilai blokade sebagai pelanggaran terhadap kedaulatan negara serta hukum internasional. Ketegangan ini semakin memperbesar risiko gangguan terhadap pasokan energi global, mengingat Selat Hormuz merupakan jalur strategis yang dilalui sekitar 20 persen distribusi minyak dunia.

Dengan kondisi yang terus memanas, aktivitas pelayaran di kawasan ini diperkirakan akan tetap penuh ketidakpastian. Dunia pun kini menyoroti perkembangan di Selat Hormuz karena dampaknya yang signifikan terhadap stabilitas ekonomi global.

×
Berita Terbaru Update