INDONESIANPAPER.COM - Ribuan ikan tembang mendadak memenuhi bibir pantai di Desa Ladahai-Tamborasi, Kecamatan Iwoimendaa, Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara, Senin (27/7).
Kejadian ini langsung viral di media sosial setelah video-video warga yang beramai-ramai memunguti ikan menggunakan tangan dan wadah seadanya beredar luas. Hamparan ikan yang terdampar diperkirakan mencapai sekitar lima kilometer di sepanjang garis pantai.
Menanggapi fenomena tersebut, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menegaskan bahwa peristiwa ini murni gejala alam yang dipicu kondisi laut, bukan pertanda bencana.
Suhu laut naik, ikan cari perairan yang lebih sesuai
Koordinator Bidang Observasi dan Informasi Stasiun Meteorologi Maritim Kendari, Faizal Habibie, menjelaskan bahwa analisis BMKG menemukan adanya kenaikan suhu permukaan laut di perairan Kolaka hingga Kolaka Utara saat kejadian berlangsung, dengan kisaran 29,0–30,5 derajat Celsius. Kenaikan suhu ini membuat kawanan ikan tembang bergerak mencari perairan yang suhunya lebih cocok dengan habitat mereka.
Arus kencang ke pesisir jadi faktor pendorong
Selain suhu, arus laut yang mengarah ke pantai Kolaka saat itu juga bergerak cukup kencang, sekitar 80 cm per detik. Kombinasi dua faktor ini — suhu laut yang naik dan arus yang mendorong ke pesisir — membuat ikan-ikan kecil akhirnya terbawa hingga ke bibir pantai.
Bukan tanda bencana
BMKG memastikan tidak ada kaitan antara fenomena ini dengan potensi maupun gejala bencana alam apa pun. Faizal menegaskan langsung bahwa kejadian tersebut murni fenomena oseanografi biasa.