-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Puasa Arafah 2026: Jadwal Lengkap, Niat, Tata Cara, dan Keutamaan

| April 30, 2026 WIB | 0 Views

INDONESIANPAPER.COM - Puasa Arafah merupakan salah satu ibadah sunnah yang sangat dianjurkan dalam Islam. Ibadah ini memiliki nilai spiritual tinggi karena berkaitan langsung dengan puncak pelaksanaan haji.

Puasa ini dilaksanakan pada tanggal 9 Zulhijah setiap tahunnya. Waktu tersebut bertepatan dengan wukuf di Arafah yang dilakukan oleh jemaah haji.

Untuk tahun 2026, Idul Adha diperkirakan jatuh pada 27 Mei. Maka puasa Arafah kemungkinan besar dilaksanakan pada 26 Mei 2026.

Namun penentuan tanggal pastinya tetap menunggu sidang isbat pemerintah. Hal ini karena kalender Hijriah bergantung pada hasil rukyatul hilal.

Puasa Arafah memiliki keistimewaan yang luar biasa bagi umat Islam. Keutamaannya bahkan disebut langsung dalam hadis Nabi Muhammad SAW.

Salah satu keutamaannya adalah menghapus dosa selama dua tahun. Dosa yang dimaksud meliputi satu tahun yang lalu dan satu tahun yang akan datang.

Keutamaan ini dijelaskan dalam hadis riwayat Imam Muslim. Hal ini menjadikan puasa Arafah sebagai ibadah yang sangat dianjurkan.

Selain itu, hari Arafah juga menjadi momen pembebasan dari api neraka. Allah SWT banyak membebaskan hamba-Nya pada hari tersebut.

Hari Arafah juga dikenal sebagai waktu terbaik untuk berdoa. Doa yang dipanjatkan memiliki peluang besar untuk dikabulkan.

Bagi yang ingin menjalankan puasa ini, niat menjadi hal yang penting. Niat puasa Arafah bisa dilakukan sejak malam hari hingga sebelum fajar.

Bacaan niat puasa Arafah berbunyi nawaitu shauma arafata sunnatan lillahi ta'ala. Artinya adalah niat berpuasa sunnah Arafah karena Allah Ta’ala.

Jika lupa berniat di malam hari, masih diperbolehkan berniat di pagi hari. Syaratnya belum melakukan hal yang membatalkan puasa.

Tata cara puasa Arafah pada dasarnya sama seperti puasa lainnya. Umat Islam dianjurkan untuk sahur sebelum memulai puasa.

Setelah itu, menahan diri dari makan dan minum hingga waktu maghrib. Hal ini juga mencakup menahan hawa nafsu dan perbuatan buruk.

Menjaga ucapan dan perilaku juga sangat dianjurkan. Puasa bukan hanya menahan lapar tetapi juga menjaga diri dari dosa.

Saat waktu berbuka tiba, umat Islam disunnahkan untuk segera membatalkan puasa. Hal ini sesuai dengan ajaran Rasulullah SAW.

Selain puasa Arafah, terdapat juga puasa sunnah lain di bulan Zulhijah. Misalnya puasa Tarwiyah yang dilaksanakan pada tanggal 8 Zulhijah.

Kedua puasa ini sering dilakukan secara berurutan oleh sebagian umat Islam. Tujuannya untuk meraih pahala yang lebih besar.

Namun penting diketahui bahwa puasa Arafah tidak dianjurkan bagi jemaah haji. Mereka disunnahkan untuk tidak berpuasa agar kuat menjalani wukuf.

Bagi umat Islam yang tidak berhaji, puasa ini sangat dianjurkan. Hal ini menjadi kesempatan besar untuk meraih ampunan Allah SWT.

Momentum ini juga menjadi waktu untuk memperbanyak ibadah lainnya. Seperti dzikir, membaca Al-Qur’an, dan bersedekah.

Dengan menjalankan puasa Arafah, umat Islam diharapkan bisa meningkatkan ketakwaan. Ibadah ini menjadi bagian dari upaya mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Puasa ini juga mengajarkan kesabaran dan keikhlasan. Nilai-nilai tersebut penting dalam kehidupan sehari-hari.

Selain itu, puasa Arafah menjadi pengingat akan kebesaran hari-hari di bulan Zulhijah. Bulan ini termasuk dalam bulan yang dimuliakan dalam Islam.
×
Berita Terbaru Update